Minggu, 02 September 2018

KASUS PELANGGARAN HAM DI INDONESIA


Kasus pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia antara lain:
1. Peristiwa Trisakti
Salah satu pelanggaran HAM di Indonesia yang paling terkenal adalah peristiwa trisakti. Peristiwa ini adalah peristiwa penembakan mahasiswa Universitas Trisakti yang terjadi pada tanggal 12 Mei 1998. Hal ini terjadi saat demonstrasi mahasiswa yang menuntut Soeharto mundur dari jabatannya. Sebanyak 4 orang mahasiswa tewas tertembak dan puluhan lainnya luka-luka saat melakukan unjuk rasa.
2. Tragedi Semanggi I
Tragedi Semanggi I merupakan peristiwa protes masyarakat kepada pelaksanaan serta agenda Sidang Istimewa MPR yang mengakibatkan tewasnya warga sipil. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 13 November 1998 dan menuntut pembersihan orang-orang orde baru dari posisi pemerintahan dan militer. Setidaknya 5 orang korban meninggal dunia akibat peristiwa ini dan puluhan lainnya luka-luka.
3. Tragedi Semanggi II
Sama seperti sebelumnya, tragedi Semanggi II juga terjadi akibat protes dan demonstrasi masyarakat sipil. Tragedi Semanggi II terjadi pada tanggal 24 September 1999, selisih hampir satu tahun dengan tragedi Semanggi I yang terjadi tahun 1998. Pada tragedi ini, sekurang-kurangnya 5 orang korban meninggal dunia dan ratusan korban lainnya luka-luka.
4. Kasus Pembunuhan Munir
Contoh pelanggaran HAM di Indonesia lainnya adalah kasus pembunuhan Munir. Munir Said Thalib merupakan aktifis HAM yang pernah menangani kasus-kasus pelanggaran HAM. Pria asal Malang ini meninggal dunia pada tanggal 7 September 2004 di dalam pesawat Garuda Indonesia ketika Munir sedang melakukan perjalanan menuju Amsterdam, Belanda. Penyebab tewasnya tidak diketahui, namun banyak berita yang menyebutkan ia tewas diracun. Hingga kini belum ada titik temu mengenai kasus pembunuhan Munir ini.
5. Kasus Pembunuhan Marsinah
Kasus pembunuhan Marsinah terjadi pada tanggal 3-4 Mei 1993. Marsinah merupakan seorang pekerja dan aktivis wanita yang bekerja di PT Catur Putera Surya Porong. Berawal dari aksi mogok yang dilakukan oleh Marsinah dan buruh lainnya yang menuntut kepastian pada perusahaan yang telah melakukan PHK mereka tanpa alasan. Setelah aksi demo tersebut, Marsinah yang menjadi aktivis buruh malah ditemukan tewas 5 hari kemudian. Ia tewas di kawasan hutan Wilangan, Nganjuk dalam kondisi mengenaskan. Kasus pelanggaran HAM ini pun belum bisa diselesaikan dan masih menjadi misteri sampai sekarang.
6. Peristiwa Tanjung Priok
Peristiwa Tanjung Priok merupakan salah satu contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang cukup terkenal. Kasus ini terjadi tahun 1984 antara aparat dengan warga sekitar. Pemicu peristiwa terjadi akibat masalah SARA dan unsur politis. Warga sekitar melakukan demonstrasi pada pemerintah karena menolak pemindahan makam keramat Mbah Priok. Hal ini memicu bentrok antara warga dengan anggota polisi dan TNI. Diperkirakan ratusan korban meninggal dunia akibat kekerasan dan penembakan akibat bentrok yang terjadi.
7. Kasus Dukun Santet di Banyuwangi
Peristiwa ini terjadi di Banyuwangi pada tahun 1998. Saat ini marak terjadi pembunuhan guru ngaji dan tokoh agama akibat praktek santet di desa-desa. Warga sekitar mulai melakukan kerusuhan berupa penangkapan serta pembunuhan terhadap orang yang dituduh sebagai dukun santet. Orang yang diduga sebagai dukun santet pun langsung dibunuh secara sepihak. Polisi dan TNI langsung mengamankan orang yang dituduh sebagai dukun santet untuk menghindari amukan warga. Masih menjadi misteri siapa dalang pembunuhan tokoh agama yang marak terjadi sebelumnya.
8. Peristiwa di Abepura, Papua
Salah satu contoh kasus pelanggaram HAM di Papua terjadi di daerah Abepura pada tahun 2003. Saat itu pelanggaran HAM yang dipicu oleh penyerangkan Mapolsek Abepura. Setelah itu terjadi penyisiran yang membabi buta terhadap pelaku yang diduga melakukan penyerangan Mapolsek Abepura. Peristiwa ini tercatat sebagai contoh pelanggaran HAM di Papua.
9. Penculikan Aktivis Pro Demokrasi
Pelanggaran HAM ini terjadi akibat adanya kasus penculikan aktivis pro-demokrasi pada tahun 1997 dan 1998. Sekitar 23 aktivis diculik dan menghilang tanpa penyebab yang diketahui, bahkan diketahui ada yang sampai dibunuh. Sampai sekarang ada 13 aktivis yang masih tidak diketahu kejelasannya. Banyak orang berpendapat bahwa mereka diculik dan disiksa oleh para anggota militer. Peristiwa ini menjadi contoh kasus pelanggaran HAM pada masa Orde Baru.
10. Kasus Bulukumba
Kasus Bulukumba merupakan kasus yang terjadi pada tahun 2003. Pemicu kasus pelanggaran HAM ini adalah perusahaan PT. London Sumatra (Lonsum) yang ingin melakukan perluasan area perkebunan, namun ditolak oleh warga sekitar. Aksi demonstrasi yang dilakukan warga berujung pada bentrok dengan polisi. Akibatnya terdapat beberapa korban tewas. Persengkataan lahan antara perusahaan Lonsum dan warga sekitar terkait tanah dan lahan menjadi pemicu pelanggaran HAM ini.
11. Kasus Penganiayaan Wartawan
Kasus ini terjadi pada tahun 1996, tepatnya pada tanggal 16 Agustus 1996. Seorang wartawan bernama Fuad Muhammad Syafruddin atau biasa dipanggil Udin tewas setelah dianiaya di Yogyakarta. Udin dikenal sebagai wartawan yang kritis dan sering mengkritik kebijakan pemerintah Orde Baru. Ia diduga diculik, dianiaya dan dibunuh oleh orang tak dikenal.
12. Tragedi Bom Bali
Peristiwa bom bali terjadi pada tahun 2002. Sebuah bom diledakkan di kawasan Legian Kuta, Bali oleh sekelompok jaringan teroris. Akibatnya ratusan korban meninggal dunia dan ratusan lain luka-luka, baik warga lokal atau pun turis mancanegara. Aksi bom bali menjadi salah satu aksi terorisme terbesar yang pernah terjadi di Indonesia dan tragedi ini diberitakan di seluruh dunia.
13. Kasus Pemberontakan GAM
Pelanggaran HAM di Aceh ini terjadi sejak tahun 1976. Pemberontakan di Aceh dikobarkan oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang bertujuan untuk memperoleh kemerdekaan dari Indonesia. Gerakan ini pertama dibentuk pada tanggal 4 Desember 1976. Konflik antara pemerintah dan GAM yang diakibatkan perbedaan keinginan ini telah berlangsung sejak tahun 1976. Total puluhan ribu korban tewas akibat konflik ini.
14. Kasus Pengkhianatan G 30S/PKI
Peristiwa Gerakan 30 September PKI (G 30S/PKI) adalah peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan menculik dan membunuh beberapa perwira dan jenderal militer pada tanggal 30 September 1965. PKI menculik dan membantai 10 perwira jenderal dan mayatnya dibuang di sumur lubang buaya. Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi kelam dalam sejarah bangsa Indonesia. PKI kemudian ditetapkan sebagai partai terlarang karena dianggap melakukan pemberontakan dan pengkhianatan terhadap negara.
15. Kasus Pembantaian Massal Anggota PKI
Usai melakukan pengkhianatan, keberadaan Partai Komunis Indonesia (PKI) pun dilarang. Pemerintah dan pihak militer pun melakukan operasi pembantaian pada sisa-sisa anggota PKI. Pembantaian ini merupakan peristiwa pembunuhan dan penyiksaan terhadap orang yang dituduh sebagai anggota PKI di Indonesia. Diperkirakan sekitar 1 juta lebih anggota PKI meninggal atau menghilang usai operasi militer ini.
16. Konflik Sampit (Suku Dayak dan Madura)
Konflik dan tragedi Sampit ini terjadi pada tahun 2001 setelah sebelumnya terjadi konflik serupa di tahun 90an. Konflik terjadi akibat perbedaan ras antara penduduk ras Dayak dengan ras Madura yang merupakan pendatang. Banyak rumor dan isu beredar mengenai pemicu konflik ini yang kemudian menyebabkan banyak korban jiwa yang tewas mengenaskan.
17. Kasus Pembantaian Rawagede
Pembantaian Rawagede merupakan pelanggaran HAM yang terjadi akibat penembakan dan pembunuhan penduduk kampung Rawagede yang sekarang dikenal sebagai Desa Balongsari, Rawamerta di Karawang. Pembantaian dilakukan oleh tentara Belanda tanggal 9 Desember 1945 bersamaan dengan Agresi Militer Belanda I. Akibatnya puluhan warga sipil terbunuh oleh tentara Belanda yang kebanyakan dibunuh tanpa alasan yang jelas.
18. Penembakan Misterius 1982-1985
Kasus penembakan misterius (biasa disebut Petrus) terjadi di antara tahun 1982 sampai 1985. Peristiwa ini adalah peristiwa penculikan, penganiayaan dan penembakan terhadap para preman yang sering menganggu ketertiban masyarakat. Tidak diketahui siapa pelakunya sampai sekarang. Banyak korban penembakan misterius yang ditemukan meninggal dengan keadaan tangan dan lehernya diikat dan dibuang di hutan. Diperkirakan ada ratusan korban penembakan misterius ini.
19. Kasus Pembantaian Santa Cruz
Kasus pembantaian Santa Cruz termasuk salah satu contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia. Kasus ini terjadi area Pemakaman Santa Cruz, Dili, Timor Timur pada 12 November 1991. Terjadi peristiwa pembantaian oleh anggota militer pada warga sipil. Puluhan pelajar dan warga sipil meninggal dunia akibat peristiwa pembantaian ini yang kemungkinan diakibatkan faktor politik.
20. Peristiwa Kudatuli
Peristiwa Kudatuli ini terjadi pada tanggal 27 Juli 1996 dimana para pendukung Megawati Soekarno Putri menyerbu dan mengambil alih kantor DPP PDI di Jakarta Pusat. Massa terlibat bentrok dengan anggota polisi dan tentara hingga meluas ke jalanan. Banyak bangunan dan fasilitas jalan yang rusak. Dikabarkan 5 orang meningal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
21. Kasus Pembunuhan Salim Kacil
Kasus pelanggaran HAM terbaru di Indonesia terjadi tahun 2015 lalu di Lumajang, Jawa Timur. Bermula pada aktivitas penambangan pasir Pantai Watu Pecak secara ilegal, seorang aktivis bernama Salim Kancil berusaha untuk menghentikannya. Namun Salim Kancil kemudian diikat oleh gerombolan orang dan kemudian dipukuli dan dibunuh dengan kejam. Terdapat 22 pelaku yang terlibat dalam peristiwa pembunuhan Salim Kancil ini dan sudah ditangani oleh kepolisian.
22. Pelanggaran HAM di Timor Timur
Saat masih menjadi bagian dari Indonesia, sering terjadi kasus pelanggaran HAM di Timor Timur. Diberitakan terjadi pembantaian terhadap ratusan ribu warga Timor Timur antara tahun 1974 sampai tahun 1999 oleh pasukan keamanan militer Indonesia. Timor Timur kemudian secara resmi berpisah dan menjadi negara baru bernama Timor Leste sejak tahun 1999.
23. Tragedi Kerusuhan di Ambon, Maluku
Kerusuhan di Ambon, Maluku yang terjadi sejak bulan Januari 1999 dan menimbulkan banyak korban jiwa yang meninggal. Peristiwa kerusuhan ini diawali dengan terjadinya perkelahian antara pemuda yang berbeda etnis dan agama. Perkembangan terakhir terkait konflik Ambon diperkirakan ratusan korban meninggal dunia dan ratusan orang lainnya mengalami korban luka-luka.
24. Konflik Berdarah Poso
Konflik Poso ini terjadi sejak tahun 1998 sampai tahun 2000 di Poso, Sulawesi Tengah. Diawali oleh pemilihan bupati yang dilandasi oleh sentimen keagamaan. Adanya perbedaan agama, politik, sosial dan budaya pun melandasi terjadinya konflik dan kerusahaan. Pembunuhan dan pembantaian pun terjadi di Poso yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa yang meninggal dunia.
25. Peristiwa Perbudakan Buruh Panci
Peristiwa terjadi di Desa Lebak Wangi, Sepatan Timur, Tangerang. Terjadi peristiwa perbudakan terhadap puluhan buruh pabrik oleh Juki Hidayat. Ia mempekerjakan puluhan buruh tanpa dibayar sepeser pun, jika menolak atau ingin melarikan diri maka pekerja akan disiksa dan dipukul. Rata-rata pekerja berusia muda dan hanya memakai 1 baju saja sehari-harinya tanpa dibekali uang, baju dan ponsel. Peristiwa ini baru terkuat setelah ada dua pekerja yang kabur dan melaporkan ke polisi.
26. Peristiwa Pembantaian Petani
Peristiwa pembantaian petani terjadi di Desa Sungai Sodong, Mesuji, Ogan Komeling Ilir, Sumatera Selatan pada tahun 1997 dan termasuk kasus pelanggaran HAM di Indonesia. Pertikaian terjadi antara warga dan perusahaan kelapa sawit akibat bermasalahnya kerjasama plasma yang sebelumnya sudah disepakati. Banyak korban berjatuhan satu per satu dari pihak keamanan maupun warga akibat konflik ini.
27. Peristiwa Aceh 1990
Contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia berikutnya adalah peristiwa Aceh. Peristiwa ini terjadi di Aceh pada tahun 1990. Pada tahun 1990, dikerahkan ribuan pasukan militer tambahan untuk menghentikan gerakan Aceh Merdek. Jumlah yang sangat besar untuk menumpas anggota GAM yang hanya berjumlah ratusan orang sajapada waktu itu. Akibatnya banyak korban jiwa berjatuhan.
28. Kasus Organisasi Papua Merdeka
Kasus pelanggaran HAM di Papua ini terjadi tahun 60an. Peristiwa ini telah menelan ribuan korban jiwa dalam operasi intensif yang diselenggarakan oleh anggota militer TNI. Peristiwa ini adalah bentuk pertahanan dari aparat Indonesia terhadap gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang meresahkan karena ingin memisahkan diri dengan negara Indonesia.
29. Peristiwa Talang Sari
Peristiwa Talangsari adalah insiden yang terjadi di antara kelompok Warsidi dengan aparat keamanan di Dusun Talangsari III di Lampung Timur pada tanggal 7 Februari 1989. Terjadi penyerbuan Talangsri dari aparat setempat dan warga pada komunitas yang dipimpin oleh Warsidi. Puluhan korban tewas meninggal dunia dan ratusan orang ditangkap dan dipenjarakan akibat peristiwa ini.
30. Pelanggaran HAM di Tolikara
Komnas HAM menganggap bahwa telah terjadi kasus pelanggaran HAM di Tolikara, Papua. Sebanyak poin yang dianggap sebagai pelangagran HAM adalah pelanggaran terkait kebebasan beragama, hak hidup, hak rasa aman dan hak atas kepemilikan. Peristiwa Tolikara dipicu oleh pembakaran masjid yang menyebabkan konflik. Akibatnya terdapat korban jiwa, korban luka hinga kerugian bangunan dan fasilitas yang hancur.

Sabtu, 01 September 2018

Sejarah / Asal Usul Barongan

Kesenian barongan bersumber dari hikayat Panji, yaitu suatu cerita yang diawali dari iring-iringan prajurit berkuda mengawal Raden Panji Asmarabangun / Pujonggo Anom dan Singo Barong. Adapun secara singkat dapat diceritakan sebagai berikut : Prabu Klana Sawandana dari Kabupaten Bantarangin jatuh cinta kepada Dewi Sekartaji putri dari Raja Kediri, maka diperintahlah Patih Bujangganong / Pujonggo Anom untuk meminangnya. Keberangkatannya disertai 144 prajurit berkuda yang dipimpin oleh empat orang perwira diantaranya : Kuda Larean, Kuda Panagar, Kuda Panyisih dan Kuda sangsangan.
Sampai di hutan Wengkar rombongan Prajurit Bantarangin dihadang oleh Singo Barong sebagai penjelmaan dari Adipati Gembong Amijoyo yang ditugasi menjaga keamanan di perbatasan. Terjadilah perselisihan yang memuncak menjadi peperangan yang sengit. Semua Prajurit dari Bantarangin dapat ditaklukkan oleh Singo Barong, akan tetapi keempat perwiranya dapat lolos dan melapor kepada Sang Adipati Klana Sawandana.
Pada saat itu juga ada dua orang Puno Kawan Raden Panji Asmara Bangun dari Jenggala bernama Lurah Noyontoko dan Untub juga mempunyai tujuan yang sama yaitu diutus R. Panji untuk melamar Dewi Sekar Taji. Namun setelah sampai dihutan Wengker, Noyontoko dan Untub mendapatkan rintangan dari Singo Barong yang melarang keduanya utuk melanjutkan perjalanan, namun keduanya saling ngotot sehingga terjadilah peperangan. Namun Noyontoko dan Untub merasa kewalahan sehingga mendatangkan saudara sepeguruannya yaitu Joko Lodro dari Kedung Srengenge. Akhirnya Singo Barong dapat ditaklukkan dan dibunuh.
Akan tetapi Singo Barong memiliki kesaktian. Meskipun sudah mati asal disumbari ia dapat hidup kembali. Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke R. Panji, kemudian berangkatlah R. Panji dengan rasa marah ingin menghadapi Singo Barong.
Pada saat yang hampir bersamaan Adipati Klana Sawendono juga menerima laporan dari Bujangganong ( Pujang Anom ) yang dikalahkan oleh Singo Barong. Dengan rasa amarah Adipati Klana Sawendada mencabut pusaka andalannya, yaitu berupa Pecut Samandiman dan berangkat menuju hutan Wengker untuk membunuh Singo Barong. Setelah sampai di Hutan Wengker dan ketemu dengan Singo Barong, maka tak terhindarkan pertempuran yang sengit antara Adipati Klana Sawendana melawan Singo Barong. Dengan senjata andalannya Adipati Klana Sawendana dapat menaklukkan Singo Barong dengan senjata andalannya yang berupa Pecut Samandiman.
Singo Barong kena Pecut Samandiman menjadi lumpuh tak berdaya. Akan tetapi berkat kesaktian Adipati Klana Sawendana kekuatan Singo Barong dapat dipulihkan kembali, dengan syarat Singo Barong mau mengantarkan ke Kediri untuk melamar Dewi Sekartaji.
Setelah sampai di alun-alun Kediri pasukan tersebut bertemu dengan rombongan Raden Panji yang juga bermaksud untuk meminang Dewi Sekartaji. Perselisihanpun tak terhindarkan, akhirnya terjadilah perang tanding antara Raden Panji dengan Adipati Klana Sawendano, yang akhirnya dimenangkan oleh Raden Panji. Adipati Klana Sawendana berhasil dibunuh sedangkan Singo Barong yang bermaksud membela Adipati Klana Sawendana dikutuk oleh Raden Panji dan tidak dapat berubah wujud lagi menjadi manusia ( Gembong Amijoyo ) lagi.
Akhirnya Singo Barong Tahkluk dan mengabdikan diri kepada Raden Panji, termasuk prajurit berkuda dan Bujangganong dari Kerajaan Bantarangin. Kemudian rombongan yang dipimpin Raden Panji melanjutkan perjalanan guna melamar Dewi Sekartaji. Suasana arak-arakan yang dipimpin oleh Singo Barong dan Bujangganong inilah yang menjadi latar belakang keberadaan kesenian Barongan.

KASUS PELANGGARAN HAM DI INDONESIA

Kasus pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia antara lain: 1. Peristiwa Trisakti Salah satu pelanggaran HAM di Indonesia y...